NOTASI ILMIAH dan ATURAN PEMBULATAN

Aturan  notasi  ilmiah  diperlukan  karena  pada  kenyataanya  kita  akan  berhadapan dengan  angka-angaka  yang  sangat  besar  atau  sangat  kecil,  untuk  tujuan  inilah  notasi ilmiah  diperkenalkan.  Dalam  notasi  ilmiah  sebuah  angka  harus  dinyatakan  dalam satuan  (angka  1  hingga  10)  dikalikan  dengan  10  pangkat  bilangan  bulat.  Misalnya 1100000  ditulis  dalam  notai  ilmiah  sebagai  1,1  x  106.  Bilangan  6  pada  pangkat  10 dinamakan eksponen. Contoh lain 0,000124 dapat ditulis dengan 1,24 x 10-4 saja.
Contoh :
Tuliskan dalam notasi ilmiah hasil kali dari 4,55 x 107 dengan 2,77 x 105.
Jawab :
(4,55 x 107)x(2,77 x 105) = (4,55×2,77)( 107×105) = (12,6035)x1012
= 1,26035 x 1013
5
Karena  ilmu Fisika seringkali berhubungan dengan angka hasil pengukuran, dan pada umumnya data hasil pengukuran  tidak dalam bentuk bilangan bulat, bahkan bilangan desimal dengan digit yang sangat banyak, maka diperlukan sebuah aturan pembulatan untuk menyingkat laporan pengukuran hingga digit yang diperlukan saja. Misalnya jika kita peroleh panjang meja  2,7435 meter, bukankah  cukup melaporkannya hingga  satu digit di belakang koma saja  menjadi 2,7 meter ? Aturan  pembulatan  terkadang  sangat  penting  ketika  kit  berhadapan  dengan  angka-angka pecahan dengan jumlah desimal yang banyak. Ada tiga aturan pembulatan :
Aturan I :
Jika  angka  dibelakang  angka  terakhir  yang  ingin  dituliskan  kurang  dari  5,  maka hilangkan  angka  tersebut  dan  semua  angka  dibelakangnya.  Misalnya  kita  ingin membulatkan 5,3467 menjadi 1 angka dibelakang   koma, karena angka terakhir setelah angka 3 adalah 4, dan 4 kurang dari 5, maka kita hilangkan seluruh angka dibelakang 3 tersebut menjadi 5.3.
Contoh :
Bulatkanlah 4,3423 menjadi sampai dua digit di belakang koma
Jawab :
Hasil pembulatannya 4,34 karena setelah digit kedua bernilai di bawah 5 (yakni 2)

Aturan I :
Namun  jika angka dibelakang angka  terakhir yang  ingin dituliskan  lebih dari 5, maka tambahkan digit terakhir dengan 1. Misalnya kita  ingin membulatkan 5,3867 menjadi 1 angka dibelakang   koma, karena angka  terakhir  setelah  angka  3  adalah 8, dan 8  lebih dari  5,  maka  kita  hilangkan  seluruh  angka  dibelakang  3  tersebut  dan  tambahkan  3 dengan 1, sehingga 5,4

Aturan III :
Jika  angka  dibelakang  angka  terakhir  yang  ingin  dituliskan  sama  dengan  5,  maka jadikanlah  digit  terakhir  menjadi  bilangan  genap  terdekat.  Misal  jika  kita  bulatkan angka 5,3567  menjadi 1 digit di belakang koma maka karena di belakang 3 adalah 5, da 3 adalah bilangan ganjil maka genapkanlah menjadi 4  (bukan 2, karena 4  lebih dekat) menjadi  5,4. Atau  jika  kita  bulatkan  angka  5,6567   menjadi  1  digit  di  belakang  koma maka karena di belakang 6 adalah 5, dan 6 adalah bilangan genap maka genapkanlah
menjadi 6 (bukan 8 atau 4, karena 6 lebih dekat) menjadi 5,6.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: